One Billion Rising: Perempuan Indonesia Bangkit Lawan Covid-19 dan Segala Bentuk Kekerasan Perempuan
Penulis: Juandini Amelia Lapaan
Minggu, 14 Feb 2021
Tema: Perempuan Indonesia Bangkit Lawan Covid-19 dan Segala Bentuk Kekerasan, Pemerasan dan Diskriminasi.
One Billion Rising adalah sebuah gerakan global untuk mengakhiri kekerasan dan segala bentuk penindasan terhadap perempuan melalui sebuah tarian yang diadakan serentak pada tanggal 14 Februari di berbagai penjuru dunia. Kampanye tarian OBR ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2012 dan diprakarsai oleh beberapa feminis dari berbagai latar belakang. Tarian digunakan sebagai bentuk perlawanan karena: pertama, perempuan bangkit melalui tarian untuk mengekspresikan sukacita pada sebuah masyarakat dan merayakan kenyataan bahwa perempuan tidak dikalahkan olek kekerasan ini. Kedua, perempuan bangkit untuk menunjukkan tekad untuk membuat suatu kesadaran di mana kekerasan akan ditolak sampai batas yang tidak terpikirkan oleh perempuan. Ketiga, perempuan menari untuk membangkitkan sebuah kesadaran dan sebagai bentuk perlawanan. Tahun ini perempuan kembali untuk membuat revolusi.
Kampanye tahun ini diselenggarakan oleh 34 organisasi yang ada di Indonesia, termasuk Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) dan difasilitasi oleh Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) dan KABAR BUMI. Adapun tujuan dari kampanye ini: Pertama, membangun dan memperkuat solidaritas perempuan Pekerja, Perempuan migran, perempuan petani dan lainnya. Kedua, memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk menjelaskan kekerasan berbasis gender yang dialaminya dan mengekspresikan perlawanannya melalui tarian. Ketiga, mendorong partisipasi semua elemen masyarakat agar terlibat dalam kampanye mengakhiri kekerasan terhadap perempuan demi mewujudkan perdamaian dan kesetaraan. Keempat, melawan kekerasan dan diskriminasi di tengah pandemi COVID 19. Kelima, merayakan hari kasih sayang pada 14 Februari dengan memberikan dukungan terhadap kelompok perempuan.
Kegiatan ini dilakukan secara virtual pada tanggal 14 Februari 2021 oleh karena situasi pandemi yang sedang kita alami. Tingkat kesulitan pada masa ini meningkat khususnya bagi perempuan dan anak perempuan. Hal ini menyebabkan perempuan dan anak perempuan harus berjuang untuk mencari nafkah dan berkorban demi keluarga. Di antaranya, pada kasus perkawinan usia anak dengan motif menyelematkan ekonomi keluarga, diskriminasi, akses pendidikan dan layanan kesehatan serta meningkatnya resiko mereka mengalami kekerasan seksual.
Di masa pandemi ini, kehidupan korban kekerasan dalam rumah tangga semakin suram. Anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah menjebak korban hidup bersama pelaku kekerasan tanpa adanya jaminan untuk mengakses layanan perlindungan karena pembatasan layanan pemerintah. Sementara itu, bagi buruh migran Indonesia (BMI), pandemi covid membawa kesengsaraan. Terjadi penangkapan dan deportasi massal terhadap migran tak berdokumen di negara-negara penempatan. Mereka juga dikambinghitamkan sebagai pembawa virus.
Krisis pandemi ini menguji kekuatan kita semua. Rasa solidaritas perlu kita bangun bersama untuk saling menopang. Oleh karena itulah OBR diselenggarakan untuk menggerakan dunia, mengaktifkan perempuan dan laki-laki di setiap negara sebagai gerakan melawan segala bentuk penindasan terhadap perempuan.
Kampanye OBR ini dilakukan dalam dua bentuk yaitu kampanye menanam tanaman kehidupan dan kampanye global One Billion Rising. Kampanye menanam tanaman kehidupan dapat dilakukan oleh siapa saja untuk menanam tanaman pangan. Hal dimaksudkan agar di tengah pandemi ini perempuan tetap berdaya dan terbantu dalam hal ekonomi. Terbukti dalam kegiatan, bahwa banyak kawan jaringan buruh migran yang melakukan kampanye ini dan membuat videonya saat sedang berkebun sambil menari, baik tarian OBR maupun tarian lokal. Dalam kegiatan ini ada pula pidato dari masing-masing perwakilan organisasi terkait dengan keadaan di wilayah masing-masing beserta dengan harapan untuk adanya perlindungan bagi perempuan dan anak perempuan.
Kegiatan yang dilakukan ini cukup meriah. Kita dapat melihat dan belajar dari pengalaman-pengalaman semua perempuan di berbagai penjuru. Selain itu, kita juga dapat saling menguatkan untuk terus berjuang untuk mendapatkan hak-hak kita sebagai perempuan pekerja dalam bidang apa pun.
Sumber foto: https://images.app.goo.gl/y8rw4CsEWu9bCt4b8


Komentar
Posting Komentar